OLEH : MARSELINA SOINBALA

Pernahkah anda merasakan jatuh cinta? Mungkin semua dari kita pernah mengalaminya, entah dalam waktu yang lama atau singkat. Jatuh cinta itu berjuta rasanya. Bisa membuat orang tersenyum sepanjang hari, tidurpun tak nyenyak bila belum mendengar suara “si dia”, bisa membuat orang berubah hanya demi orang yang dicintainya, sering cinta bisa membuat seseorang mengorbankan segalanya, dan cinta bisa juga membuat menangis bahagia ataupun menangis karena sakit hati  karena cinta juga orang bisa saling menjatuhkan, dan yang paling sering kita dengar bahwa cinta itu bisa membunuhmu.

Cinta itu tidak salah, tetapi yang membuat cinta itu menjadi salah adalah orang-orang yang mengalami dan menjalani. Cinta akan menjadi baik untuk dijalani apabila yang menjalaninya tahu menempatkan cinta pada posisinya. Rasa cinta yang hadir sebelum waktunya bagaikan bunga yang mekar sebelum waktunya, yang pada akhirnya bunga itu menjadi bunga yang tidak indah dan tidak sedap dipandang.

Cinta yang lahir hanya karena hawa nafsu saja akan berakhir tidak baik apabila tidak segera diakhiri. Alkitab berkata, Cinta itu kuat seperti maut,, kegairahannya seperti dunia orang mati (Kid 8:6 ) . Cinta palsu yang ditawar oleh maut itu pasti selalu berusaha membuat kita meninggalkan cinta kita kepada Bapa Sorgawi dan membuat kita untuk keluar dari rancangan Bapa. Hari-hari ini banyak cinta palsu yang ditawarkan oleh dunia ini yang awalnya memang begitu indah dan menyenangkan daging ini, tetapi tanpa disadari rasa cinta itu perlahan membuat kita tidak lagi fokus kepada apa yang Bapa kehendaki dalam kehidupan kita.

Fokus kita akan mulai terbagi, antara Mencintai Bapa Sorgawi dan sesama atau hanya mementingkan diri sendiri. Terkadang karena cinta kita mulai berkompromi dengan Bapa, waktu kita lebih banyak dihabiskan dengan si dia sang kekasih hati, dari pada waktu dengan Bapa Sorgawi. Bapa Sorgawi adalah Cinta sejati itu. Cinta itu Anug’rah dari Bapa kepada kita yang dikasihi-Nya. Bukti cinta terbesar Bapa Sorgawi kepada kita adalah IA memberikan Putra-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk datang ke dunia ini supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Jangan pernah meninggalkan cinta kita yang semula ketika kita pertama bertemu dengan Bapa Sorgawi. Rasa cinta dan kasih mula-mula jangan pernah padam ataupun hilang.

Karena sekalipun kita melakukan banyak pelayanan tapi kasih mula-mula kita sudah tidak lagi ada, maka semuanya tidak akan menjadi baik, karena Bapa sendiri bersabda “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula” (Wahyu 2:2-4).

Jadi, singgkirkanlah apapun yang menghalangi anda untuk fokus melayani Bapa Sorgawi, dan jangan pernah meninggalkan kasihmu yang semula.

Kepercayaan Bapa Sorgawi kepada kita sangatlah mahal, karena Bapa terlebih dahulu telah melihat kesetiaan kita kepada-Nya. Jangan pernah sekalipun  menukar itu semua dengan cinta palsu yang dunia tawarkan melainkan jagalah kepercayaan Bapa sampai Dia kembali mendapati kita setia kepada-Nya. Karena lebih sulit untuk mempertahankan kepercayaan yang Bapa berikan daripada sekedar kata-kata yang diungkapkan.

Tetap Semangat.

BAPA Sorgawi Mengasihi dan Memberkatimu.

Similar Posts

1 Comment

  1. Terima kasih kaka, tulisannya memberkati🤩😇

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *