OLEH : YUNITA UMBU ZAZA

Masa remaja adalah masa dimana seseorang mencari jati dirinya. Perkembangan masa remaja dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap pertama pada umur 12-15 tahun (masa remaja awal), tahap kedua pada umur 15-18 tahun (masa pertengahan), dan tahap ketiga pada umur 18-22 tahun (remaja akhir). Kita dapat melihat perkembangan yang signifikan dari masa kanak-kanak ke masa remaja bermula dari perubahan bentuk fisik yang cepat, seperti bertambah tinggi badan, berat badan yang drastis, perubahan dan perkembangan dalam hal seksual misalnya pertumbuhan payudara, pinggul yang membesar, tumbuh kumis dan pemberatan suara (pada laki-laki).

Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan remaja yakni faktor internal (diri sendiri dan keluarga) dan faktor eksternal (kehidupan sosial). Faktor internal mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembentukkan mentalitas, pengetahuan tata krama, dan spiritual. Dan faktor eksternal berperan dalam perkembangan remaja seperti pendidikan formal, pergaulan, kemampuan berorganisasi dan kemampuan kreativitas lainnya.

Pengaruh buruk dari faktor internal bisa di sebabkan oleh kondisi keluarga yang tidak harmonis hubungan antara orang tua dan anak yang renggang serta minimnya perhatian dari orang tua terhadap anak. Pada faktor eksternal, pengaruh buruk yang paling dominan adalah pergaulan yang salah danpenggunaan teknologi yang tidak tepat. Pergaulan yang salah ini, akan mendorong remaja kepada hal-hal seperti : konsumsi miras, penyalahgunaan narkoba, sex bebas, tawuran dan lain-lain. Dan untuk penggunaan teknologi yang tidak tepat khususnya pada jaman milenial saat ini, cenderung berakhibat pada tersebarnya hoax, ujaran kebencian, kontent sexual serta hal-hal lain yang berpengaruh buruk pada perkembangan soasial remaja.

Kita semua tahu perkembangan teknologi saat inisudah menyediakan media sosial yang juga menjadi trend kehidupan sosial pada umumnya. Faktor-faktor ini menjadi point penting bagi kita semua untuk lebih memperhatikan kehidupan sosial remaja. Sehingga dukungan orang tua dalam pendidikan

Mental dan spiritual remaja sangat dibutuhkan. Perlunya di tingkat program-program pendidikan yang juga mengarahkan remaja untuk meningkatkan kreativitas misalnya mengikuti kegiatan Pramuka, bergabung dalam organisasi intra sekolah (OSIS), mengikuti Pembinaan Rohani,dan berbagai kegiatan positif lainnya yang mengajarkan mereka menjadi remaja yang kreatif, mandiri dan berkarya sehingga remaja pandai dan cermat dalam penggunaan teknologi yang baik. Remaja adalah tunas bangsa yang akan menjadi generasi penerusuntuk meraih cita-cita bangsa. Kita semua peduli bangsa indonesia. (Yuna)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *