Renungan Oleh Febi Balu

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Amsal 17:22.

Orang yang murah senyum dikenal sebagai orang yang ramah, tetapi tidak semua orang yang murah senyum itu murah hati. Tersenyum dari hati yang tulus karena adanya sukacita Kristus BERBEDA dengan senyuman jenis lainnya. Jelas di sini bahwa tujuannya berbeda, maka hasilnya pun berbeda.

Tersenyumlah dari hati yang tulus karena sukacita Kristus.

Orang yang gembira hatinya atau sukacita akan memancarkan sukacitanya lewat raut wajah yang berseri-seri alias tersenyum (Amsal 15:13). Tujuannya adalah menaikkan dan mengungkapkan rasa syukur kepada TUHAN dengan cara yang paling sederhana.

Dengan tersenyum kepada setiap orang apalagi tersenyum pada orang yang putus asa, secara tidak sadar kita mentransferkan sukacita yang ada di dalam diri kita pada orang lain (Ayub 29:24). Orang yang tersenyum karena ada  TUHAN YESUS di dalam hatinya, memiliki kuasa dan tanggung jawab untuk membagikan sukacita bagi orang lain karena kebenaran mengenai YESUS KRISTUS yang memberi kelegaan dan sukacita bagi umat-Nya. Dengan demikian kita telah menjadi alat kemuliaan TUHAN dan dampaknya ialah kita disenangi semua orang bahkan hanya dengan senyum yang kita berikan.

Memang senyuman adalah gambaran hati yang gembira; namun ada juga orang-orang yang menyembunyikan kesedihan lewat senyuman. Juga ada orang yang tersenyum hanya untuk menarik perhatian lawan jenis. Tujuannya tersenyum sudah keliru, akibatnya timbul hawa nafsu, menghancurkan gambar dirinya di hadapan Tuhan dan merusak hidupnya sendiri dengan perlahan-lahan mendayung ke dalam jurang kelam. Itulah hasil akhir dari pekerjaan iblis, yakni kebinasaan.

Murah senyum bukan murahan! Tetapi bisa jadi murahan kalau tujuannya salah.

Semuanya tergantung pada dirimu sendiri, apakah mau menjadi saluran sukacita Kristus atau alatnya Iblis? Pilihan di tangan anda!

Karena senyum adalah ibadah, maka warnai hidup ini dengan senyuman yang lahir dari hati yang tulus dan ucapan syukur karena TUHAN dan untuk TUHAN. Apapun yang kita lakukan, lakukanlah itu seperti untuk TUHAN. Maka tersenyumlah bagi kemuliaan-Nya, sukacita kita adalah sukacita banyak orang dan lewat senyuman, kita sedang membagikan sukacita Kristus bagi orang-orang disekeliling kita.

Mari tersenyum, mari beribadah!

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *