Listening, not just hear. Demikian yang kira-kira diinginkan karyawan yang kita bawahi ketika mereka menginginkan Anda untuk mendengar keluh kesah mereka khususnya terkait pekerjaan. Skill terkait mendengar tentu diperlukan bagi para pemimpin, semakin para karyawan menanti perhatian Anda, pemimpin harus memperhatikan mereka satu persatu untuk mengembangkan hubungan antarpersonal. Pemimpin yang mendengarkan dengan baik dapat memberikan masukan yang dapat dipercaya. Berikut tips untuk Anda agar bisa lebih baik dalam mendengar setiap keluh kesah pegawai Anda.

 

1. Jadikan prioritas

Jadikan prioritasSumber: johnmurphyinternational.com

Pertama dan utamanya, Anda harus memprioritaskan dan memahami betapa pentingnya jika skill mendengarkan adalah skill yang penting sebagai seorang pemimpin. Gunakan mindset yang memungkinkanmu untuk mendengar apa yang karyawanmu sedang ungkapkan.

 

2. Bangun lingkungan yang nyaman untuk mereka bercerita
bangun lingkungan yang nyaman untuk mereka berceritaSumber: kerjayuk.com

Dengan lingkungan yang mendukung, tentunya akan membawa karyawan Anda untuk bercerita lebih jauh kepada Anda. Baik cerita secara personal ataupun mengenai pekerjaan yang tengah dikerjakan. Misalnya, Anda bisa langsung melakukan pendekatan personal terhadap karyawan Anda terkait apa yang tengah mereka alami.

 

3. Libatkan diri Anda dalam ceritanya
libatkan diri anda dalam ceritanyaSumber: voglioviverecosi.com

Elaborasikan pikiran dan apa yang Anda rasakan dengan apa yang karyawan Anda pikirkan. Saat mereka berbagi opini dengan kita, tanyakan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan cerita mereka. Saat Anda melibatkan dirimu lebih aktif, berikan perhatian dan cobalah untuk memahami apa yang sebenarnya paling penting bagi Anda.

 

4. Jangan menghakimi
jangan menghakimiSumber: cdnph.upi.com

Pemimpin yang menghakimi stafnya yang sedang berbicara adalah pemimpin yang tidak mendengar. Terlalu sering beberapa pemimpin melakukan kritik dengan pendekatan yang salah. Seharusnya, seorang pemimpin harus belajar dari apa yang diceritakan oleh karyawannya dan memberikan masukan setelah mereka selesai berbicara.

 

5. Jangan memotong saat pegawai Anda tengah berbicara
jangan memotong saat pegawai anda tengah berbicaraSumber: jeffkortes.com

Pemimpin yang baik tidak memotong saat karyawannya sedang mencurahkan isi hatinya. Anda sebagai pemimpin yang baik, haruslah mendengarkan dan jangan memotong alur pembicaraan yang terbangun. Karyawan Anda akan merasa terganggu dan akan memunculkan ketidaknyamanan dalam bercerita. Dengan tidak memotong, Anda akan mendapat rasa hormat dari karyawan Anda karena Anda merupakan pendengar yang sabar.

 

6. Jadilah pemimpin yang berhati-hati dalam bertindak dan bertutur kata
jadilah pemimpin yang berhati-hati dalam bertindak dan bertutur kataSumber: wpengine.netdna-ssl.com

Pemimpin tentunya harus memperhatikan lingkunganya. Mereka mengetahui bagaimana cara mendengarkan secara aktif baik secara verbal maupun non-verbal. Anda harus bisa memahami lewat bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan lainnnya. Dengan ini, Anda akan merasa hadir di sekitar mereka.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik. yang paling penting sebagai pemimpin adalah, anggota tim kita mengetahui betapa Anda peduli terhadap mereka. Lewat mendengarkan karyawan anda dengan baik, kita membangun rasa antusias terhadap apa yang mereka kerjakan dan membangun kerja tim yang baik.

 

Sumber: planpro.co

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *