Festival Lovely December 2018 kembali digelar. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menjadi tuan rumah festival yang digelar tahunan itu. Dimulai sejak 4 Desember 2018, festival ini memiliki sederet agenda seru yang sempat diikuti Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi datang ke festival pada Minggu, 23 Desember 2018. Ia yang hadir dengan busana adat Toraja antusias menyaksikan atraksi budaya yang ditampilkan dalam festival tersebut.

“Sudah lama saya ingin ke Toraja, daerah wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya di dataran tinggi Sulawesi Selatan. Baru di akhir tahun 2018 ini, keinginan saya itu tercapai,” ujarnya melalui akun Instagram @jokowi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, Lovely December merupakan festival tahunan yang menggabungkan kekuatan seni budaya Tana Toraja dengan berbagai atraksi seni, kuliner, dan turisme. Kegiatan ini termasuk dalam daftar ‘100 Wonderful Event Indonesia 2018’ Kementerian Pariwisata.

“Lovely December sudah pasti menjadi menu wajib untuk disambangi. Apalagi saat ini juga ada Kemilau Toraja sebagai penggabungan Lovely December. Dijamin acaranya makin paten,” ujarnya.

Acara dimulai dengan event Getaran Sukma Ilahi, 1-9 Desember 2018, yakni sebuah prosesi panggilan beribadah bagi seluruh pemeluk agama. Kegiatannya, yaitu membunyikan lonceng, bedug, dan gendang di rumah-rumah ibadah sebagai refleksi Getaran Sukma Ilahi.

Selanjutnya, ada Festival Kopi Toraja yang dihelat pada 8-9 Desember 2018 di Kawasan Agrowisata Pango-Pango, Tana Toraja. Sementara, para penyuka bersepeda diwadahi dengan kegiatan Jelajah Sepeda Wisata pada 14-15 Desember 2018. Kegiatan ini mengambil start di Buntu Burake.

Ada pula Mebale dan Melendong. Kegiatan ini digelar di area Persawahan Mandetek Makale Utara pada 18 Desember 2018, dilanjutkan dengan pameran kerajinan rakyat dan Festival Kuliner Tradisional. Event tersebut digelar di Taman Rakyat Kolam Makale pada 19-20 Desember 2018.

 

Puncak Festival

Pada 20-22 Desember 2018 digelar Safari Natal. Acaranya berupa pertemuan masyarakat dan diaspora Toraja yang diselenggarakan di empat zona kecamatan, yaitu Lion Tondok Iring, Bittuang, Ge’tengan Mengkendek, dan Ratte Buttu Bonggakaradeng.

“Ada berbagai kesenian rakyat Setra berbagai atraksi yang digelar pada Safari Natal ini,” terang Arief.

Kemeriahan berlanjut pada 22 Desember 2018. Jejak dan Jelajah Wisata One Day Trail Adventure menjadi sajian yang sayang dilewatkan, terutama bagi para pencinta olahraga ekstrem. “Mengambil titik start kolam Makale dan finish di Buntu Burake, kegiatan ini akan membawa peserta menikmati keindahan alam Tana Toraja,” ujar Menpar.

Agenda berikutnya adalah Uji Nyali Burake dan Lomba Foto Tana Toraja yang dihelat pada 23 Desember 2018. Acara ini sekaligus meluncurkan wahana Anjungan Kaca Patung Yesus Buntu Burake.

Perayaan Natal makin meriah di Tana Toraja karena ada Toraja Ring Road Christmas Day Toraja 100, Jelajah Alam Moxart Trail, dan Diaspora Toraja 100 yang digelar bersamaan pada 26 Desember 2018.

Kegiatan berlanjut pada 26-27 Desember 2018 dengan agenda Festival Tenun Toraja, parade seni, dan berbagai atraksi lainnya. Kegiatan ini nantinya dipusatkan di Tammuan Mali dan Pasar Seni.

“Puncak acara nantinya akan digelar pada 28 Desember 2018 di Taman Rakyat Kolam Makale. Acara ini akan dibarengi oleh Natal Oikumene,” ucapnya.

 

Oleh 

Sumber http://liputan6.com

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *