Rupiah ditutup menguat 158 poin atau 1.12 persen di level Rp 13.973 per dolar AS, pada Kamis sore, 31 Januari 2019. Yang di saat bersamaan indeks dolar AS turun 0.047 poin atau 0,05 persen ke posisi 95,293.

Sejak Kamis pagi rupiah sudah menguat paling tajam di antara mata uang lainnya di Asia. Disusul ringgit Malaysia yang naik 0,32 persen dan won Korea yang menguat 0,31 persen. Di pagi hari nilai tukar rupiah menguat 66 poin atau 0,47 persen ke level Rp 14.065 per dolar AS.

Sekitar pukul 12.00, nilai tukar rupiah menguat 146 poin atau 1,03 persen ke level Rp 13.985 per dolar AS dan telah bergerak pada kisaran Rp 13.985 – Rp 14.079 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,09 persen atau 0,083 poin ke level 95,257 pada pukul 12.00 WIB.

Mengutip Antara, sebelumnya ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail memprediksi nilai tukar rupiah pada Kamis akan bergerak menguat pasca-kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed) yang mempertahankan suku bunga acuannya.

“Rupiah kemungkinan menguat hari ini setelah ditahannya tingkat suku bunga AS tersebut,” ujar Ahmad di Jakarta, Kamis pagi.

Menurut dia, dolar kemungkinan bergerak melemah terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia lainya setelah tingkat suku bunga acuan Fed atau Fed Fund Rate bertahan pada angka 2,25-2,5 persen, Rabu malam, 30 Januari 2019.

Pidato Gubernur Fed Jerome Powell yang menyatakan bahwa Fed akan lebih bersabar dalam menaikan tingkat suku bunga tahun ini, akibat proyeksi pertumbuhan ekonomi AS yang kurang bagus menyusul berbagai ketidakpastian yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri AS.

Kebijakan tersebut, selain mendorong pelemahan dolar juga menekan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS atau US Treasury Bills yang turun empat basis poin kemarin.

 

Sumber  /bisnis.tempo.co

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *